TranDNews77 | Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI adalah pasukan candangan tetapi bersifat khusus. Hal itu karena memiliki kemampuan dan ketangguhan khusus. Pasukan itu akan digunakan jika kondisi negara sedang dalam darurat (emergency)
"Ini adalah pasukan cadangan. Dalam keadaan darurat atau emergency, ini adalah pasukan cadangan, yang bisa saya gunakan untuk keperluan-keperluan khusus," kata Jokowi di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11).
Ia meminta Kopassus agar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kopassus harus berdiri tegak di atas semua golongan dan mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi, kelompok atau golongan.
"Terus menjaga kebhineka tunggal ika. Indonesia adalah bangsa majemuk. Hanya dengan menjaga setiap suku, agama dan rasa, Indonesia menjadi bangsa yang solid, kuat dan tangguh," tegas Jokowi.
Saat ditanya apakah kondisi bangsa saat ini sedang dalam darurat, dia tegaskan tidak ada. Apa yang dia kemukakan jika kondisi bangsa darurat maka Kopassus bisa digunakan.
"Tidak ada kondisi darurat. Ini hari pahlawan. Ada kalaunya (dari pernyataan saya, Red)," jelas..
Dalam konsteks peringatan hari pahlawan, dia meminta semua anak bangsa harus menghargai, menghormati dan mengikuti nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebelumnya. Jika para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan maka tugas kita saat ini adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan itu. Kemudiaan merawat kebhinekaan yang ada.
"Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai, menghormati jasa-jasa pahlawan. Kita generasi penerus untuk meneruskan apa yang telah diperjuangkan, apa yang telah dilakukan para pahlwan. Baik dalam memakmurkan, mesejahterakan, dan menjagakeadila terhadap seluruh rakyat Indonesia," tutupnya. (Sumber : DETIK.COM)





Post a Comment